Senin, 10 November 2014

Perempuan Bagi Pahlawan

Perempuan Bagi Pahlawan 
Di balik setiap pahlawan besar selalu ada seorang
perempuan agung. Begitu kata pepatah Arab.
Perempuan agung itu biasanya satu dari dua,
atau dua-duanya sekaligus; sang ibu dan atau sang istri.
Pepatah itu merupakan hikmah psiko-sejarah yang
menjelaskan sebagian dari latar belakang kebesaran
seorang pahlawan. Bahwa karya-karya besar seorang
pahlawan lahir ketika seluruh energi di dalam dirinya
bersinergi dengan momentum di luar dirinya; tumpah
ruah bagai banjir besar yang tidak terbendung. Tibatiba,
sebuah sosok telah hadir dalam ruang sejarah dengan
tenang dan ajeg.

Jumat, 16 Mei 2014

Ciuman Sang Ibu

CIUMAN SANG IBU

ciuman atau kecupan yang tulus dari seorang ibu merupakan bukti cinta dan keindahan yang mendalam dan kesetiaan yang teguh tanpa harus terurai dalam kata-kata. Gde Pramana bahkan melukiskan wanita memejamkan mata ketika berciuman, karena sadar sedalam-dalamnya kalau keindahan di dalam sini jauh lebih meneduhkan jika dibandingkan keindahan diluar. Dalam suatu jurnal Psycology of Woman, disebutkan bahwa wanita memiliki kemampuang mempertahankan cinta yang luar biasa dibandingkan pria. Tidak heran jika didunia yang semakin berubah ini, jika didata sedemikian rupa akan tampak bahwa jumlah janda lebih banyak dibandingkan duda. sekalipun banyak, namun dalam hal selingkuh, jauh lebih banyak pria daripada wanita.

Selasa, 13 Mei 2014

IKHWAN kok genit


IKHWAN kok genit


“kamu lagi ngapain? Aku lagi makan nih. O ya, besok ada test. Minta doanya ya,! +628*** (budi)
“udah malam nih, kamu ga bobo? Jangan lupa tahajud ya, kalau bangun duluan telp aku. Have a nice dream. Met bobo ya.” +628*** (anto)
                Pernah dapet sms kyk gitu? Hah.. sering?  Waspadalah,, waspadalah. Kegenitan ada kerena niat pelaku dan kesempatan terbuka lebar.
                Buat ikhwan, (maaf ya, bukan bermaksud apa-apa) tentang judul diatas, bukan mau menuduh, tapi sebagai pengingat diri sendiri, dan semoga bisa dibaca oleh orang lain, dan bermanfaat. Dan untuk akhwat, maaf juga ya, tetang judul diatas, ikhwan bukan bermaksud menyaingi (Karena genit biasanyakan melekat pada akhwat) tapi realita sekarang sudah banyak banget ikhwan yang kayak gitu. Miscall malam-malam, sms hanya untuk nanya udh makan atau belum dan ada juga yang Cuma sekedar bilang 3 kata maut, “jangan lupa tahajudnya” maksudnya apa seeh?? Kalau menurut akhi itu penting, kenapa forwardnya mesti ke akhwat, bukan ke ikhwan yang lain, iya kan?
                Buat para ikhwan, nyantai aja bro! masalah kayak gini bukan akal-akalan atau rekayasa, tapi sudah banyak yang ngelakuin. Sekarang kita samakan presepsinya tentang ikhwan genit, ciri-cirinya, sebabnya, dan yang terpenting gimana solusinya.
Sebutan ikhwan memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan laki-laki atau pria, dan biasanya disimbolkan dengan aktifis rohis, aktifis dakwah, organisatoris, rajin ikut aksi de el el. Pokoknya selalu sibuk dengan kegiatan dakwah dimanapun dia berada. Ikhwan juga manusia, karena kalau ada istilah “Ikhwan Genit” alias lenje, biasa aja ya, jangan sewot. Nah, berikut ciri-ciri “Ikhwan Genit” tersebut:
Pertama, selalu caper alias cari perhatian, terutama kebanyak akhwat, bukan ke ikhwan. Ikhwan yang kayak gini biasanya suka sms nanya hal yang ga penting ke akhwat, misalnya, udah makan belum? Atau, lagi ngapai? Udah bobo ya? Perhatian yang ngga biasanya ini bisa-bisa keterusan dan jadi over acting dah.

Sabtu, 10 Mei 2014

Emile Durkheim dalam Sosiologi Hukum



BAB I
PENDAHULUAN

David Emile Durkheim merupakan salah seorang pemikir sosiologi yang memiliki beberapa karya besar sepanjang sejarah. Durkheim dilahirkan di Épinal, Prancis, yang terletak di Lorraine pada tanggal (15 April 1858 - 15 November 1917). Ia berasal dari keluarga Yahudi Prancis yang saleh - ayah dan kakeknya adalah Rabi. Hidup Durkheim sendiri sama sekali sekular. Malah kebanyakan dari karyanya dimaksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial dan bukan ilahi (Geoerge Ritzer & Douglas J Goodman, 2010)
Sebelum meninggal dalam usia 59 tahun, Durkheim telah melahirkan beberapa karya besar yang sangat berpengaruh. Satu diantaranya yang sangat terkenal adalah De la Division du Travail Social Penale yang kemudian pada tahun 1915 diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris berjudul Division of Labor in Society.

Minggu, 27 Oktober 2013

refleksi peringatan hari sumpah pemuda

Refleksi Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Pemuda, ini merupakan sebuah figure yang sangat penting dalam setiap perjalanan bangsa. Banyak sejarah yang menyatakan bahwa perjuangan suatu bangsa itu tidak akan pernah lepas dari peran pemuda. Hal tersebut dapat dilihat dari sejarah-sejarah berdirinya suatu peradaban atau bangsa. Seperti pada zamannya Rasulullah sendiri, peran pemuda sudah mulai terlihat. Dimana, Rasulullah itu dalam menyebarkan agama islam juga ikut merekrut para pemuda, misalnya Ali bin Abi Thalib, Mus’af bin Umair, dan yang lainnya. Hal tersebut menggambarkan bahwa perjuangan untuk menyebarkan agama islam juga membutuhkan pemuda.
Di Indonesia sendiri, peran pemuda juga sangat penting dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Dalam sejarahnya, perjuangan untuk memproklamirkan kemerdekaan Negara ini, pemuda berperan besar di dalamnya. Seperti Sultan Syahrir dan rekan-rekannya yang mempunyai gebrakan baru untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia tanpa ada pengaruh dari pihak jepang.
Sumpah Pemuda, merupakan momentum bagi pemuda Indonesia untuk menyatukan diri untuk menjadi bangsa yang satu. Bangsa yang satu untuk melawan penjajahan. Sehingga perjuangan bangsa Indonesia tidak melakukan perjuangan dengan perjuangan sendiri-sendiri tapi dilakukan serentak, sesuai dengan cita-cita bersama bangsa Indonesia.

Minggu, 06 Oktober 2013

Seri Mencari Pahlawan Indonesia

Keberanian

oleh ust Anis Matta

Saudara yang paling dekat dari naluri kepahlawanan
adalah keberanian. Pahlawan sejati selalu merupakan
seorang pemberani sejati. Tidak akan pernah
seseorang disebut pahlawan, jika ia tidak pernah
membuktikan keberaniannya. Pekerjaan-pekerjaan besar
atau tantangan-tantangan besar dalam sejarah selalu
membutuhkan kadar keberanian yang sama besamya
dengan pekerjaan dan tantangan itu. Sebab, pekerjaan
dan tantangan besar itu selalu menyimpan risiko. Dan,
tak ada keberanian tanpa risiko.
Naluri kepahlawan adalah akar dari pohon kepahlawanan.
Akan tetapi, keberanian adalah batang yang
menegakkannya. Keberanian adalah kekuatan yang
tersimpan dalam kehendak jiwa, yang mendorong seseorang
untuk maju menunaikan tugas, baik tindakan
maupun perkataan, demi kebenaran dan kebaikan, atau
untuk mencegah suatu keburukan dan dengan menyadari
sepenuhnya semua kemungkinan risiko yang
akan diterimanya.
Cobalah perhatikan ayat-ayat jihad dalam Al-Qur'an.
Perintah ini hanya dapat terlaksana di tangan para
pemberani. Cobalah perhatikan betapa Al-Qur'an memuji ketegaran dalam perang, dan sebaliknya membenci para
pengecut dan orang-orang yang takut pada risiko
kematian. Apakah yang dapat kita pahami dari hadits
riwayat Muslim ini, "Sesungguhnya pintu-pintu surga itu
berada di bawah naungan pedang?" Adakah makna lain,
selain dari kuatnya keberanian akan mendekatkan kita
ke surga? Maka, dengarlah pesan Abu Bakar kepada
tentara-tentara Islam yang akan berperang, "Carilah
kematian, niscaya kalian akan mendapatkan kehidupan."
Sebagian dari keberanian itu adalah fitrah yang tertanam
dalam diri seseorang. Sehagian yang lain biasanya
diperoleh melalui latihan. Keberanian, baik yang
bersumber dari fitrah maupun melalui latihan, selalu
mendapatkan pijakan yang kokoh pada kekuatan
kebenaran dan kebajikan, keyakinan dan cinta yang kuat
terhadap prinsip dan jalan hidup, kepercayaan pada hari
akhirat, dan kerinduan yang menderu-deru untuk
bertemu Allah. Semua itu adalah mata air yang mengalirkan
keberanian dalam jiwa seorang mukmin. Bahkan,
meskipun kondisi fisiknya tak terlalu mendukungnya,
seperti jenis keberanian Ibnu Mas'ud dan Abu Bakar. Sebaliknya,
ia bisa menjadi lebih berani dengan dukungan
fisik, seperti keberanian Umar, Ali, dan Khalid.
Akan tetapi, Islam hendak memadukan antara keberanian
fitrah dan keberanian iman. Maka, beruntunlah
ajaran-ajarannya menyuruh umatnya melatih anak-anak
untuk berenang, berkuda, dan memanah. Dengarlah sabda Rasulullah saw, "Ajarilah anakmu berenang sebelum
menulis. Karena ia bisa diganti orang lain jika ia
tak pandai menulis, tapi ia tidak dapat diganti orang lain
jika ia tak mampu berenang."
Dengar lagi sabdanya, "Kekuatan itu pada memanah,
kekuatan itu pada memanah, kekuatan itu pada
memanah." Itu semua sekelompok keterampilan fisik
yang mendukung munculnya keberanian fitrah. Tinggal
lagi keberanian iman. Maka, dengarlah nasehat Umar,
"Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu, karena itu
dapat mengubah anak yang pengecut menjadi pemberani."
Dan kepada orang-orang Romawi yang berlindung di
balik benteng di Kinasrin, Khalid berkata, "Andaikata
kalian bersembunyi di langit, niscaya kuda-kuda kami
akan memanjat langit untuk membunuh kalian. Andaikata
kalian berada di perut bumi, niscaya kami akan
menyelami bumi untuk membunuh kalian." Roh keberanian
itu pun memadai untuk mematikan semangat
perlawanan orang-orang Romawi. Mereka takluk. Mungkinkah
kita mendengar ungkapan itu lagi hari ini?