Rabu, 11 September 2013

Seri Mencari Pahlawan Indonesia

Naluri Kepahlawanan

oleh ust anis matta

pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya
dapat diselesaikan oleh mereka yang mempunyai
naluri kepahlawanan. Tantangan-tantangan besar
dalam sejarah hanya dapat dijawab oleh mereka yang
mempunyai naluri kepahlawanan. Itulah sebabnya kita
menyebut para pahlawan itu orang-orang besar.
Itu pula sebabnya mengapa kita dengan sukarela
menyimpan dan memelihara rasa kagum kepada para
pahlawan. Manusia berhutang budi kepada para
pahlawan mereka. Dan kekaguman adalah sebagian dari
cara mereka membalas utang budi.
Mungkin, karena itu pula para pahlawan selalu
muncul di saat-saat yang sulit, atau sengaja dilahirkan di
tengah situasi yang sulit. Mereka datang untuk membawa
beban yang tak dipikul oleh manusia manusia di
zamannya. Mereka bukanlah kiriman gratis dari langit.
Akan tetapi, sejarah kepahlawanan mulai dicatat ketika
naluri kepahlawanan mereka merespon tantangantantangan
kehidupan yang berat. Ada tantangan dan
ada jawaban. Dan hasil dari respon itu adalah lahirnya
pekerjaan-pekerjaan besar.Tantangan adalah stimulan kehidupan yang disediakan
Allah untuk merangsang munculnya naluri kepahlawanan
dalam diri manusia. Orang-orang yang tidak
mempunyai naluri ini akan melihat tantangan sebagai
beban berat, maka mereka menghindarinya dan dengan
sukarela menerima posisi kehidupan yang tidak terhormat.
Namun, orang-orang yang mempunyai naluri
kepahlawanan akan mengatakan tantangan-tantangan
kehidupan itu: Ini untukku. Atau seperti ungkapan
orang-orang shadiq dalam perang Khandaq yang
diceritakan Al-Qur' an,
Dan tatkala orang-orang beriman melihat golongangolongan
yang saling bersekutu itu, (dalam menghadapi
orang-orang beriman), mereka berkata, 'Inilah yang
dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.' Dan
benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu
tidaklah menambah kepada mereka, kecuali iman dan
ketundukkan. (AI-Ahzab: 22)
Naluri kepahlawanan lahir dari rasa kagum yang
dalam kepada kepahlawanan itu sendiri. Hal itu akan
menggoda sang pengagum untuk melihat dirinya
sembari bertanya, Apa engkau dapat melakukan hal
yang sama? Dan jika ia merasa memiliki kesiapankesiapan
dasar, maka ia akan menemukan dorongan
yang kuat untuk mengeksplorasi segenap potensinya
untuk tumbuh dan berkembang. Jadi, naluri kepahlawanan
adalah kekuatan yang mendorong munculnyapotensi-potensi tersembunyi dalam diri seseorang,
kekuatan yang berada di balik pertumbuhan ajaib
kepribadian seseorang.
Dalam serial Jenius-jenius Islam, Abbas Mahmud Al-
Aqqad menemukan kunci kepribadian Abu Bakar As-
Shiddiq dalam kata kekaguman kepada kepahlawanan.
Kunci kepribadian, kata Al-Aqqad, adalah perangkat
lunak yang dapat menyingkap semua tabir kepribadian
seseorang. la berfungsi seperti kunci yang dapat
membuka pintu dan mengantar kita memasuki semua
ruang dalam rumah itu. Dan kita hanya dapat
memahami pekerjaan-pekerjaan besar yang telah diselesaikan
Abu Bakar dalam kunci rahasia ini. Apakah
Anda juga memiliki kunci rahasia itu? Saya tidak tahu.

Minggu, 08 September 2013

Seri Mencari Pahlawan Indonesia

O, Pahlawan Negeriku
oleh: ust. anis matta

Di masa pembangunan ini", kata Chairil Anwar
mengenang Diponegoro, "Tuan hidup kembali.
Dan bara kagum menjadi api".
Kita selalu berkata jujur kepada nurani kita ketika kita
melewati persimpangan jalan sejarah yang curam. Saat
itu kita merindukan pahlawan. Seperti Chairil Anwar
tahun itu, 1943, yang merindukan Diponegoro. Seperti
juga kita saat ini. Saat ini benar kita merindukan
pahlawan itu. Karena krisis demi krisis telah merobohkan
satu per satu sendi bangunan negeri kita. Negeri ini
hampir seperti kapal pecah yang tak jemu-jemu dihantam
gunungan ombak.
Di tengah badai ini kita merindukan pahlawan itu.
Pahlawan yang, kata Sapardi, "telah berjanji kepada
sejarah untuk pantang menyerah". Pahlawan yang kata
Chairil Anwar, "berselempang semangat yang tak bisa
mati." Pahlawan yang akan membacakan "Pernyataan"
Mansur Samin:
Demi amanat dan beban rakyat
Kami nyatakan ke seluruh dunia
Telah bangkit di tanah air
Sebuah aksi perlawanan
Terhadap kepalsuan dan kebohongan
Yang bersarang dalam kekuasaan
Orang-orang pemimpin gadungan
Maka datang jugalah aku ke sana, akhirnya.Untuk kali
pertama. Ke Taman Makam Pahlawan, di Kalibata.
Seperti dulu aku pernah datang ke makam para sahabat
Rasulullah saw di Baqi' dan Uhud, di Madinah. Karena
kerinduan itu. Dan kudengar Chairil Anwar seperti
mewakili mereka:
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum apa-apa
Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan
arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang
berserakan
Tulang-tulang berserakan itu. Apakah makna yang
kita berikan kepada mereka? Ataukah tak lagi ada
wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan?
Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu
melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid? Ataukah tak
lagi ada ibu yang mau, seperti kata Taufiq Ismail di
tahun 1966, "merelakan kalian pergi berdemonstrasi..
karena kalian pergi menyempurnakan..Kemerdekaan
negeri ini."
Tulang belulang berserakan itu. Apakah makna yang
kita berikan kepada mereka? Ataukah, seperti kata
Sayyid Quthub, "Kau mulai jemu berjuang, lalu kau
tanggalkan senjata dari bahumu?"
Tidak! Kaulah pahlawan yang kurindu itu. Dan beratus
jiwa di negeri sarat nestapa ini. Atau jika tidak,
biarlah kepada diriku saja aku berkata: jadilah pahlawan
itu.

Kamis, 05 September 2013

ketika kita mencintai dalam hati

TRAGEDI CINTA
Ada sisi lain yang menarik dari pengalaman emosional para pahlawan yang berhubungan dengan perempuan. Kalau kebutuhan psikologis dan bilogis terhadap perempuan begitu kuat pada para pahlawan, dapatkah kita membayangkan seandainya mereka tidak mendapatkannya?
Rumah tangga para pahlawan selalu menampilkan, atau bahkan menjelaskan, banyak sisi dari kepribadian para pahlawan. Dari sanalah mereka memperoleh energi untuk bekerja dan berkarya. Tapi jika mereka tidak mendapatkan sumber energi itu, maka kepahlawanan mereka adalah keajaiban di atas keajaiban. Tentulah ada sumber energi lain yang dapat menutupi kekurangan itu, yang dapat menjelaskan kepahlawanan mereka.
Ibnu Qoyyim menceritakan kisah Sang Imam, Muhammad bin Daud Al Zhahiri, pendiri mazhab Zhahiriyah. Beberapa saat menjelang wafatnya, seorang kawan menjenguk beliau. Tapi justru Sang Imam mencurahkan isi hatinya, kepada sang kawan, tentang kisah kasihnya yang tak sampai. Ternyata beliau mencintai seorang gadis tetangganya, tapi entah bagaimana, cinta suci dan luhur itu tak pernah tersambung jadi kenyataan. Maka curahan hatinya tumpah ruah dalam bait-bait puisi sebelum wafatnya.
Kisah Sayyid Quthub bahkan lebih tragis. Dua kalinya ia jatuh cinta, dua kali ia patah hati, kata DR. Abdul Fattah Al-Khalidi yang menulis tesis master dan disertasi doktornya tentang Sayyid Quthub. Gadis pertama berasal dari desanya sendiri, yang kemudian menikah hanya tiga tahun setelah Sayyid Quthub pergi ke Kairo untuk belajar. Sayyid menangisi peristiwa itu.
Gadis kedua berasal dari Kairo. Untuk ukuran Mesir, gadis itu tidak termasuk cantik, kata Sayyid. Tapi ada gelombang yang unik yang menyirat dari sorot matanya, katanya menjelaskan pesona sang kekasih. Tragedinya justru terjadi pada hari pertunangan. Sambil menangis gadis itu menceritakan bahwa Sayyid adalah orang kedua yang telah hadir dalam hatinya. Pengakuan itu meruntuhkan keangkuhan Sayyid; karena ia memimpikan seorang yang perawan fisiknya, perawan pula hatinya. Gadis itu hanya perawan pada fisiknya.
Sayyid Quthub tenggelam pada penderitaan yang panjang. Akhirnya ia memutuskan hubungannya. Tapi itu membuatnya semakin menderita. Ketika ia ingin rujuk, gadis itu justru menolaknya. Ada banyak puisi yang lahir dari penderitaan itu. Ia bahkan membukukan romansa itu dalam sebuah roman.
Kebesaran jiwa, yang lahir dari rasionalitas, relaisme dan sangkaan baik kepada Allah, adalah keajaiban yang menciptakan keajaiban. Ketika kehidupan tidak cukup bermurah hati mewujudkan mimpi mereka, mereka menambatkan harapan kepada sumber segala harapan; Allah!
Begitu Sayyid Quthub menyaksikan mimpinya hancur berkeping-keping, sembari berkata, “Apakah kehidupan memang tidak menyediakan gadis impianku, atau perkawinan pada dasarnya tidak sesuai dengan kondisiku?” Setelah itu ia berlari meraih takdirnya; dipenjara 15 tahun, menulis Fi Dzilalil Qur’an, dan mati di tiang gantungan! Sendiri! Hanya sendiri!

Perenungan

Dimana rumahmu Nak?"

Orang bilang anakku seorang aktivis . Kata mereka namanya tersohor dikampusnya sana . Orang bilang anakku seorang aktivis.Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat . Orang bilang anakku seorang aktivis .Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak ? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.

Anakku,sejak mereka bilang engkau seorang aktivis ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis .Dengan segala kesibukkanmu,ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat.Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak ? Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak,tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia.

Anakku,kita memang berada disatu atap nak,di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini .Tapi kini dimanakah rumahmu nak?ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini .Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu dirumah,dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu .Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.Mungkin tawamu telah habis hari ini,tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu . Ah,lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti,bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu . Atau jangankan untuk tersenyum,sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja engkau engkau,katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal,andai kau tahu nak,ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini,memastikan engkau baik-baik saja,memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak,tapi bukankah aku ini ibumu ? yang 9 bulan waktumu engkau habiskan didalam rahimku..

Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu,engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu . Engkau nampak amat peduli dengan semua itu,ibu bangga padamu .Namun,sebagian hati ibu mulai bertanya nak,kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak ? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu ? kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak ? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak ?

Anakku,ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu.Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu . Memang nak,menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat,tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan .Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak?bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?

Anakku,ibu mencoba membuka buku agendamu .Buku agenda sang aktivis.Jadwalmu begitu padat nak,ada rapat disana sini,ada jadwal mengkaji,ada jadwal bertemu dengan tokoh-tokoh penting.Ibu membuka lembar demi lembarnya,disana ada sekumpulan agendamu,ada sekumpulan mimpi dan harapanmu.Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya,masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada disana.Ternyata memang tak ada nak,tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini.Tak ada cita-cita untuk ibumu ini . Padahal nak,andai engkau tahu sejak kau ada dirahim ibu tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu selain cita dan agenda untukmu,putra kecilku..

Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka,mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional.Boleh ibu bertanya nak,dimana profesionalitasmu untuk ibu ?dimana profesionalitasmu untuk keluarga ? Dimana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat ?

Ah,waktumu terlalu mahal nak.Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu..

Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta,ibu,ayah,kaka dan adik . Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik .Dan hingga saat itu datang,jangan sampai yang tersisa hanyalah penyesalan.Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan .Tentang rindu kebersamaan yang terlambat teruntai.

Rabu, 04 September 2013

contoh proposal pemilihan umum raya

PENDAHULUAN

.


Sudah menjadi suatu kelaziman, dalam suatu kelompok sosial terdapat seorang leader (pemimpin). Bahkan, dua atau tiga orang pun sudah lazim atau layak adanya leader (pemimpin) diantaranya (Muhammad SAW). Sehingga dengan demikian, akan terarah dengan satu tujuan (misi) bersama yang jelas, kemana perahu ini akan berlayar dan menepi ?
Namun hal ini tidak berlaku secara permanen. Oleh karena itu regenerasi merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dalam menjaga eksistensi dari suatu kelompok sosial tersebut. Karena jika tidak, maka akan terjadi lost generation.
Selayaknya suatu negara yang dipimpin oleh presiden, raja, atau sejenisnya. Hal ini juga berlaku dilembaga pendidikan yang basisnya adalah kaum menengah elit intelaktual.
Dengan kondisi sosial masyarakat yang heterogen, mulai dari gaya rambut yang berminyak disisir dan berpenampilan rapi dengan baju kemeja serta memakai sepatu, sampai pada yang berpenampilan serba gaul pakai kaus oblong, sandal dan rambut ala duri landak (funky). Itupun baru sebatas penampilan. Sekelompok mahasiswa yang so (study oriented) dan organisatoris juga memberikan nuansa heterogenitas dalam suatu miniatur sebuah negara.
Baik buruknya suatu negara dimasa yang akan datang, terletak pada pemudanya. Terlebih adalah pemuda yang berbasis intelektual. Karena merekalah penerus atau pemegang estafet bangsa. Oleh karena itu, terbentuknya pemerintahan negara dalam koridor demokratis, bermoral, adil, dan lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat, merupakan harapan kita semua demi terwujudnya kehidupan yang harmonis ditengah heterogenitas yang tinggi.
Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab moral akan amanah dari orang tua masing-masing dalam memperdalam wawasan atau khasanah, baik secara intelektual, ataupun pembentukan idealisme diri yang kelak dapat dijadikan panutan ditengah masyarakat. Sehingga dengan demikian ia akan mampu membangun karakter ditengah masyarakat yang berada dalam struktur sosial suatu negara dengan segala heterogenitas yang ada di dalamnya.
Hal ini sesuai dengan fungsinya, bahwa mahasiswa adalah sebagai ”iron stock (perangkat keras/cadangan), the future leader (pemimpin yang akan datang), danagent of change (agen perubahan)”.
Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan lembaga-lembaga yang mampu mengkoordinir dan menyalurkan kepentingan-kepentingan dalam upaya pencapaian tujuan bersama. Dengan adanya gerakan dan barisan yang dibentuk kokoh dan tangguh dalam menghadapi halangan dan rintangan baik dari internal maupun eksternal.
Berdasarkan konstitusi Negara Mahasiswa KM UNAND yaitu SK No. II Sidang Istimewa MPM KM UNAND Bulan November 2012, masa bakti pengurus BEM 2012-2013 telah berakhir
Maka Badan Pemilihan Umum (BPU) KM UNAND yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) KM UNAND, mengadakan Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) UNAND 2013 sebagai sebuah proses regenerasi kepemimpinan, baik tingkat legislatif ataupun eksekutif.
PEMIRA ini merupakan pesta demokrasi terbesar mahasiswa UNAND karena merupakan proses pemilihan Presiden Mahasiswa dan DPM UNAND yang secara langsung melibatkan peran aktif mahasiswa secara keseluruhan. PEMIRA juga merupakan momentum berharga dalam terbentuknya proses regenerasi kepemimpinan, karena kualitas pimpinan yang dihasilkan adalah tergantung kepada kualitas ajang seleksi tersebut.  Dengan dilaksanakannya PEMIRA 2013 maka akan lahirlah sebuah generasi baru dalam sejarah Negara Mahasiswa UNAND yang diharapkan dapat menyampaikan aspirasi seluruh mahasiswa UNAND dan memperkaya pengalaman sebagai proses pembelajaran dalam menghadapi heterogenitas yang kompleks dalam mewujudkan negara indonesia sejahtera.

TEMA
 




Adapun tema dari pesta demokrasi ini adalah “Sukseskan PEMIRA demi terciptanya pesta demokrasi dalam kampus Universitas Andalas untuk mewujudkan Negara mahasiswa yang ideal

TUJUAN
 




ü  Sebagai fasilitator dalam proses regenerasi atau estafet dari lembaga eksekutif dan legeslatif KM UNAND
ü  Mendorong peran aktif mahasiswa menyalurkan haknya dalam kancah perpolitikan mahasiswa, sebagai miniatur warga dalam suatu negara
ü  Menumbuhkan pemahaman dalam berpolitik
ü  Terpilihnya pemegang estafet lembaga mahasiswa, baik eksekutif maupun legislatif KM UNAND yang bertanggung jawab, berakhlak, dan mampu membangun peradaban kampus.

SASARAN
 





            Sasaran dari kegiatan PEMIRA KM UNAND 2013 adalah seluruh mahasiswa universitas andalas yang masih aktif atau terdaftar dalam kegiatan akademik tahun ajaran 2013/2014.

AGGARAN DANA
 



           
            Sumber dana dari kegiatan ini didapatkan dari proposal dan sponsor dengan rincian dana terlampir.

PENUTUP
 




            Demikianlah proposal ini kami buat. Semoga dapat memberikan gambaran yang jelas pada semua pihak yang membacanya dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
            Atas perhatian, bantuan, serta kerja sama yang diberikan, kami ucapkan tarima kasih.

Padang, Maret 2013
Hormat Kami,
Panitia Pemilihan Umum KM UNAND 2013


                                                                                         
Ridho Rivaldo                                             Indhie FH Lubis
Ketua                                                          Sekretaris

Menyetujui,
Badan Pemilihan Umum


Ricke Anja Kesuma
                        Ketua 




LEMBAR PENGESAHAN
PEMILIHAN UMUM RAYA


HORMAT KAMI
PANITIA PEMILIHAN UMUM RAYA




Ridho Rivaldo
Ketua
Indhie FH Lubis
Sekretaris
 



                                                       




Mengetahui,
Wakil Rektor III
Universitas Andalas
Mengetahui/Menyetujui
Badan Pemilihan Umum
Keluarga Mahasiswa
Universitas Andalas





Prof. Dr. H. Novesar Jamarun, MS
NIP. 196205061988111001

                         



Ricke Anja Kesuma
Ketua


                                                       











Lampiran I
ANGGARAN DANA PEMIRA 2012
 




A. Data Dan Informasi
*     2 Rim Kop Surat @ Rp. 75.000,-                                                          Rp.   150.000,-
*     Amplop 2 Kotak @ Rp. 15.000,-                                                           Rp.     30.000,-  
*     Stempel BPU &PPU@ Rp.60.000,-                                                     Rp.   120.000,-
*     Penggandaan Proposal 10 @ Rp. 10.000,-                                          Rp.   100.000,-
*     Bantalan Stempel                                                                         Rp.       5.000,-
*     Penggandaan Kearsipan PEMIRA 500 Lbr @ Rp. 150,-                     Rp.     75.000,-
*     Tinta Printer 6 Kotak @ Rp. 30.000,-                                                   Rp.   180.000,-
*     Alat Tulis Kantor                                                                         Rp.   150.000,-
*     Tinta Stempel 2 Buah @Rp.7.500,-                                                      Rp.     15.000,-
*     LPJ 3 Buah @ Rp. 50.000,-                                                                   Rp    150.000,-
*     Sertif. BPU (9), PPU (145) @Rp. 3.000,-                                           Rp .  462.000,-
Jumlah                                                                                            Rp. 1.437.000,-
                                                                                   
B. Tim Kreatif dan Humas
*     Pamflet 5 Rim A3 @Rp. 120.000,-                                                       Rp.   600.000,-
*     Lem Kertas Besar 10 Buah @ Rp. 5.000,-                                           Rp.     50.000,-
*     Double Tape 20 Buah @ Rp. 3000,-                                                      Rp.     60.000,-
*     Spanduk 5 Buah @ Rp. 250.000,-                                                          Rp.1.250.000,-
*     Baliho besar 3 buah @ Rp. 500.000,-                                                   Rp.1.500.000,-
*     Cat &Tinner                                                                                             Rp.   150.000,-
*     Kuas 5 Buah @Rp5.000,-                                                                       Rp      25.000,-
*     Paku Seng 2 Kg @Rp.30.000,-                                                              Rp.     60.000,-
*     Cetak Foto                                                                                               Rp.     90.000,-
Jumlah                                                                                              Rp.3.785.000,-


C. Perlengkapan Dan Keamanan                        
*     Surat Suara 20.000 Lembar/40 Rim @ 50.000,-                                 Rp. 2.000.000,-
*     Gembok Kotak Suara 50 Buah @ Rp. 5.000,-                          Rp.    250.000,-
*     Bilik Suara 25 Buah @ Rp. 30.000,-                                                     Rp.    750.000,-
*     Spidol Contreng (Twinpen) 25 Buah @ Rp. 3000,-                             Rp       75.000,-
*     Tinta PEMIRA  25 Botol @Rp. 25.000,-                                              Rp.    625.000,-
*     Kertas Segel Kotak Suara 50 Buah                                                        Rp.      75.000,-
*     Stiker PEMIRA                                                                                       Rp. 1.000.000,-
*     Kokarde Saksi 75 @Rp. 4.000,-                                                            Rp.    300.000,-
*     Kokarde Pemantau 5 @ Rp. 4.000,-                                                      Rp.      20.000,-
*     Kokarde Panitia (PPU&BPU) 150 @ Rp. 4.000,-                               Rp.    600.000,-
*     Kokarde BAWASLU 5 @ Rp. 4.000,-                                      Rp.      20.000,-
*     Biaya Perbaikan Kotak Suara                                                                 Rp.    100.000,-
*     Persiapan Acara                                                                                       Rp.    300.000,-
*     Rental Mobil Untuk Kampanye Dialogis Ke Politani              Rp.    700.000,-
*     Rental Mobil Pemungutan Suara Ke Politani                                       Rp.    500.000,-
*     Rental Mobil Hari H + Bensin                                                               Rp.    600.000,-
*     Keamanaan                                                                                               Rp.    100.000,-
Jumlah                                                                                                Rp. 8.015.000,-


D. Konsumsi
*     Nasi bungkus 250 bungkus @ Rp 12.000                                             Rp. 3.000.000,-
*     Air minum 20 dust @ Rp 20.000                                                           Rp.    400.000,-
*     Snack hari PEMIRA 150 @ 3.000                                                         Rp.    450.000,-
*     Snack kampanye dialogis 350 @7.000                                     Rp. 2.450.000,-
*     Konsumsi kampanye dialogis ke payakumbuh                          Rp.    500.000,-
*     Snack malam perhitungan suara                                                             Rp     400.000,-
*     Snack rapat                                                                                               Rp.    250.000,-
Jumlah                                                                                        Rp. 7.450.000,-

Total Anggaran Dana
*     Data Dan Informasi                                                                                 Rp    1.437.000,-
*     Kreatif dan Humas                                                                                  Rp.   3.785.000,-
*     Perlengkapan Dan keamanan                                                                  Rp    8.015.000,-
*     Konsumsi                                                                                                 Rp    7.450.000,-
*     Biaya Tak Terduga 10 % Dari Subtotal                                      Rp    2.068.000,-
Total Dana Yang Dibutuhkan                                                       Rp. 22.755.000,-









Lampiran II
TIME SCHEDULE PEMIRA KM UNAND 2013
 




v  Pendaftaran & wawancara PPU                                                    22-1      Feb-Maret 2013
v  Pengumuman PPU Jadi                                                                                 1                            Maret 2013
v  Pembentukan PPU                                                                           2                              Maret 2013
v  Konsolidasi PPU                                                                               2                  Maret 2013
v  Sosialisasi PEMIRA                                                                          6-18              Maret 2013
v  Pembentukan Tim Pemantau                                                          11                Maret 2013
v  Masa Pendaftaran CAPRES & CADPM                                        11-20           Maret 2013
v  Verifikasi calon                                                                                 21-22           Maret 2013
v  Penetapan Calon No. Urut                                                              23                Maret 2013
v  Kampanye Monologis & Dialogis                                                   25-5   Maret-April 2013
v  Masa Tenang                                                                                    6-8                April 2013
v  PEMIRA                                                                                           9                               April 2013
v  Perhitungan & Penetapan                                                               9-10              April 2013
v  Penyampaian Hasil PEMIRA oleh BPU                                          13                  April 2013


















Lampiran III
KEPANITIAAN PEMIRA KM UNAND 2013
 




Pelindung                               : Dr.H. Werry Darta Taifur,SE,MA
                                                  Rektor UNAND
Penasehat                               : Prof. Dr. H Novesar Jamarun ,MS
                                                  Wakil Rektor III
Penanggung Jawab                 : Azmy Uzandy
                                                  Presiden Mahasiswa UNAND

BPU (Badan Pemilihan Umum)
*     Ricke Anja Kesuma                           FISIP  
*     Ulil Abshar                                         Teknik
*     Tutut Irla Mukti                                 MIPA
*     Vivi Okta Sipil                                   Farmasi
*     Muhammad Fadhil                             Kedokteran
*     Ropi Candra Gusti                             Peternakan
*     Alianshar Haqi                                   Farmasi
*     Andre  Nofriandi                               Teknologi Informasi
*     Eka                                                      MIPA

PPU (Pamitia Pemilihan Umum)
Ketua              : Ridho rivaldo                       Teknik                        
Sekretaris       : Indhie FH Lubis                   FISIP  
Bendahara       : Delvia Nisti                         Teknik Pertanian
                       
DATIN (Data dan Informasi)
Koordinator   :           Miming gustina                                              Ilmu Budaya
Anggota          :           Diah permata sari                                          Kedokteran                                                    Anisah Khayrani Hasibuan                            Keperawatan 
Yelsi Listiana Dewi                                       Peternakan                
Eka Prihandini E                                            Farmasi                      
Chyara Elisa Nofianti                                    Farmasi
Vindyra Hadi                                                  Farmasi                      
Nowiyanto                                                      Peternakan    
Michael Cham                                               Teknologi Informasi
Fina Mutia Yahya                                           Keperawatan             
Mara Halim Nasution                                    Teknik Pertanian       
Mulia yurnalisa                                              Keperawatan             
Putri Rinanda Sari                                         MIPA                         
Vinadita Utari                                                Hukum
Yusi Febriana                                     MIPA 
Pratiwi Tamela                                               Kesehatan Masyarakat

TPS dan Kampanye
Koordinator   :           Miming Perdana                                            MIPA
Anggota          :           Nasmalinda                                                    Peternakan    
M. Rarif hilliard A                                         Teknik            
Engki Yondi Saputra                          Peternakan
Santti Duliem Fauziah                                   Kedokteran               
Shela Diana Putri                                           Kedokteran   
Zakiah Harahap                                              Hukum
Bobi Rizki Anmida                                        FISIP
Ahmad Habibi                                                Peternakan                            
Retno Intan Juliani                                        Farmasi                      
Tri Suci ramadhani                                        Hukum           
Azmul Pawzi                                                  Ekonomi
Imadie yaqzhan                                              Kedokteran
Fitri Khairiyah                                               Keperawatan             
Alwindra Nasution                                         Peternakan
Indah Wahyuni                                               FISIP
Kenny Jaspita Lumbantoruan                       FISIP  
Zulni Afdal                                                     Ekonomi                    
Dara Rifka Mahzura                                      MIPA             
Lara mahlindiani                                            MIPA             
Istiana Alfikriyah D                                       Farmasi                      
Doki Wardiman                                             Teknik Pertanian
Ayu Permata Sari                                           Kesehatan Masyarakat
Vera Nurmala Sari                                         FISIP              
Ary Sukma Putra                                            Teknik
Dia febriantika                                               Hukum                       
Mega Mustika                                                Teknik Pertanian       
Feni Fionita                                                    Hukum                       
Tim Kreatif  Dan Humas
Koordinator   :           Martin Aulia Ramadhan                                Pertanian                   
Anggota          :           Fina Riana Anwar                                           FISIP  
Vanni Suryani                                     Ilmu Budaya
Ulva Putra                                                      Peternakan                
Suci Komala Dewi                                        Pertanian       
Gunawan                                                         Peternakan    
Sri Auliya Novita                                           FISIP                          
Sri Rahayu                                                      FISIP                          
Maisarah                                                         Keperawatan 
Lia Maharani                                                  Keperawatan 
Aulia Annisa                                                   Peternakan    
Radiyul Fahmi                                                Peternakan                
Rani Permata Sari                                          Farmasi                      
Rizka Fajriani                                     Keperawatan 
Jusbianto                                                        Peternakan                
Rista Gusriyeni                                              Peternakan

Konsumsi
Koordinator   :           Cynthia noverina                                            Farmasi
Anggota          :           Dony Alqadri Ramadhan                               Pertanian                   
Yefsi Malrianti                                              Teknik Pertanian
Asri Yulianti                                                  Teknik Pertanian
Diani Safitri                                                   Teknik Pertanian
Laila Elsera                                                    Farmasi
El Soraya Yusfa                                             Farmasi
Fini Yulianita                                                 Peternakan    
Yuni Anggraini                                               Pertanian       
Nurul Hasanah                                               Teknik
Faisal Ariadi                                                   Teknik Pertanian       
Najla Aldina N                                               Peternakan    
Ulfah Khairun Nisah                                     Teknik Pertanian

Perlengkapan Dan Keamanan
Koordinator   :           Dwiyandra P                                                   FISIP              
Anggota          :           Tia Maroctavia                                               Teknik Pertanian
Brigita Sabrina Ridwan                                 Teknik Pertanian
Thoha Hanafi                                                  Peternakan
M. Qamarul Hadi                                           Peternakan    
Imam Alnadi Putra                                         Teknik
Masagus rifqie Saputra                                 Teknik
Wiwing Permata Putra                                  Teknik
Harry Yovandi Yazid                         Peternakan
Hengky Saputra                                              Teknik
Hari Gunawan                                                Teknik Pertanian
Ghani Tasrif                                                   Teknik Pertanian
Fauzan Azhari Lukman                                  Ilmu Budaya
Annisa Nofriani                                             Farmasi
Devona Olivia                                                Farmasi
Mutia Permata Sari                                       Farmasi
Hazri Septia                                                   Teknik Pertanian
Ahmad Arif                                                    Teknik Pertanian
Hesti Oktavianda                                           Farmasi
Fachrimon Donal                                           Hukum
Deli Putra                                                       Peternakan
Muhammad Abdi Mulya                                Ilmu Budaya
Wahid Kurnia                                     Peternakan
Rio Januar                                                      Peternakan
Risandi Jasvin                                                Peternakan
Rofiatul Ummah                                            Teknik Pertanian
Lilia nonita                                                     Teknik Pertanian
Shinta Wandira                                              Peternakan
Ainul Mardiah                                                MIPA
Gilang Gutama Putra Rasadi             Teknik

Okta Fratama  A                                            FISIP